BLITAR, RABU - Sedikitnya 25 orang dari sekitar 70 peserta pendidikan dan pelatihan Panti Sosial Bina Remaja Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Kota Blitar mengalami keracunan makanan. Mereka terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sanan wetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/4) petang di kantor PSBR Dinas Provinsi Jatim Jalan A Yani Kota Blitar. Para remaja peserta diklat yang merupakan siswa putus sekolah ini mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah setelah memakan makanan yang diberikan panitia.
Menurut panitia, menu makanan yang disajikan berupa nasi sayur asem ditambah ikan tongkol sebagai lauknya. Setelah itu siswa disuguhi kue nagasari yang bebahan dasar pisang sebagai hidangan penutup. Hingga sore kemarin, peserta yang berasal dari berbagai kota seperti Blitar, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek itu masih terlihat terbaring lemah di bangsal puskesmas. Mereka mendapat infus untuk mengganti cairan tubuh yang keluar karena muntah.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar Didik Djumanto mengatakan secara umum kondisi pasien mulai berangsur pulih setelah mendapat perawatan tim medis. Selain mendapat infus, korban juga diberi obat untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Korban keracunan makanan ini sebagian besar perempuan, dari 25 yang dirawat, sebanyak 16 diantaranya perempuan. Sisanya sebanyak sembilan orang laki-laki.
Juwariyah (16) salah satu korban menuturkan, kejadian itu bermula saat siswa disuguhi hidangan makan siang. Setelah menyantap makanan, reaksi tidak langsung muncul. Siswa baru merasa mual-mual dan muntah setelah beberapa jam kemudian. Saat makan nasi kami tidak merasakan ada yang aneh. Bahkan saya sempat ngobrol dan tertawa-tawa dengan teman-teman. Setelah beberapa jam baru terasa pusing dan mual-mual, ujarnya.
Kepala PSBR Provinsi Jatim di Blitar Endang Pujianti mengatakan ada dugaan kuat penyebab keracunan berasal dari ikan tongkol. Sebab siswa yang tidak makan tongkol ternyata tidak ikut keracunan, katanya. Menurut Endang, tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Apalagi juru masak yang menyajikan menu makanan tersebut merupakan juru masak kantor diklat yang sudah bekerja selama 15 tahun.
Untuk memastikan penyebab keracunan makanan yang dialami para siswa, Dinas Kesehatan Kota Blitar sudah mengirimkan sampel makanan yang dikonsu msi ke Balai Kesehatan Provinsi Jatim di Surabaya. Hasilnya diperkirakan bisa diketahui dalam 2-3 hari mendatang.
(Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2008/04/16/19154788/blitar.25.orang.keracunan.makanan.)