Pesta Politik di Indonesia mulai bergema lagi, Pemilu 2009 telah digelar untuk menentukan siapa yang pantas untuk tampil di kancah panggung perpolitikan di negeri ini. Empat puluh empat partai peserta Pemilu 2009 telah terdaftar sebagai partai yang berhak untuk mengikuti pesta demokrasi yang akan berlangsung tanggal 9 April 2009 nanti.
Hari ini adalah jadwal kampanye bersama seluruh partai yang terdaftar pemilu atau lebih disebut kampanye damai tapi jalanan tetap lenggang seperti hari-hari biasa. Kampanye konvoi kini tak banyak menjadi pilihan para kontestan pemilu, tak seperti kampanye lima tahun lalu, sepuluh tahun lalu ataupun lima belas tahun yang lalu. Lomba memasang baliho besar-besar di sepanjang jalan utama dan strategis lebih menjadi pilihan, memasang iklan di radio, surat kabar dan televisi lebih dipilih untuk menjadikan partai ataupun calon anggota dewan menarik bagi para pemilih. Iming-iming program tak lagi dikoar-koar di jalanan dalam konvoi.
Rakyat sudah lelah dan capek. Antusiasme mereka untuk aktif dalam kancah perpolitikan rendah. Kesulitan ekonomi telah membuat mereka bersikap lebih apatis dan tak mau peduli. Dalam usaha kampanye damai pemilu indonesia 2009, baik itu kampanye calon legislatif ataupun presiden, ternyata banyak sekali cara-cara unik yang digunakan untuk menarik simpati rakyat indonesia. Banyak caleg yang kreatif membuat spanduk atau poster-poster kampanye pemilu yang lucu dan menarik. Kampanye memang hal yang sangat penting dalam pemilu.
Dan kadang masyarakat hanya melihat seorang calon legislatif dari cara berkampanyenya. Pada pemilu 2009 ini masyarakat indonesia sudah mulai cerdas dalam memilih pilihan, tapi bagaimanapun kampanye yang unik, damai dan menarik akan menjadi magnet yang bisa memikat hati masyarakat. Blitar kota para Presiden Indonesia, Tempat Presiden Soekarno tumbuh, tempat ayah Presiden Megawati dimakamkan dan tempat Ibu dari Presiden SBY tinggal. Blitar tak bisa lepas dari memberi peran pada kancah politik.
Saya menemukan gambar-gambar kampanye damai pemilu 2009 yang lucu-lucu dan kreatif di http://www.janganbikinmalu2009.com/web/galeri.php. Karena gambarnya terlalu banyak, maka saya tautkan link-nya saja. Silahkan mengunjungi website tersebut. Menjelang dilangsungkannya pemilu indonesia 2009 ini, terdengar rumor untuk melakukan kampanye damai pemilu indonesia 2009 melalui jasa telekomunikasi terutama menggunakan sms. Kampanye seperti ini tergolong metoda baru dalam usaha penarikan simpati rakyat oleh partai politik peserta pemilu. Jadi parpol akan melakukan kampanye SMS kepada pemilik nomer-nomer yang sudah dikumpulkan sebelumnya menggunakan jasa provider telekomunikasi di Indonesia.
Tadinya cara kampanye pemilu 2009 seperti ini disinyalir akan lebih efektif dan lebih mengena, karena orang pasti akan membaca sms yang masuk ke handphone mereka. Tapi sampai saat ini parpol belum ada yang menggunakan metoda kampanye damai ini karena memang tidak mudah untuk mengumpulkan nomor-nomor dari masyarakat. Sejumlah pihak mensinyalir sebab-musabab regulasi sms. Kampanye ini dinilai tidak terlalu esensial. Pasalnya, partai-partai politik yang ingin melakukan kampanye hanya diperbolehkan mengirimkan sms ke para simpatisan yang mana daftar nomor yang dituju telah dibuatkan sebelumnya oleh parpol yang bersangkutan.
Jangan sampai tujuan damai pada kampanye ini tidak tercipta karena justru tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pemerintah pun sebenarnya sudah menetapkan aturan mengenai kampanye damai pemilu indonesia 2009 melalui sms ini, yaitu Peraturan Menkominfo No. 11/PER/M.KOMINFO/2/2009 Kampanye Pemilihan Umum Melalui Jasa Telekomunikasi atau yang lebih dikenal dengan peraturan SMS Pemilu. Peraturan tersebut bisa didownload di peraturan kampanye sms pemilu 2009 di http://kampanyedamaipemilu2009.web.id/peraturan-tentang-kampanye-pemilu-2009-melalui-jasa-telekomunikasi.html
Mungkin kita sudah sering mendengar tentang kerusuhan saat kampanye pemilihan umum, baik itu kerusuhan antar anggota partai maupun antar sesama anggota partai. Tentunya kita tidak menginginkan semua itu terjadi, dimana hal itu akan mengotori pesta demokrasi di Indonesia. Mari kita ciptakan kampanye damai tapi bukan berarti sepi, karena ini pesta kita pesta rakyat bukan pesta partai. (Gesang-STIEKEN)